This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 22 Oktober 2025

LAPORAN AKHIR 1 MODUL 1


 Laporan Akhir Percobaan 1 : Gerbang Logika





1. Jurnal [Kembali]






2. Alat dan Bahan [kembali]


Gambar 1.1 DL2203C Module D’Lorenzo 

Gambar 1.2 DL2203S Module D’Lorenzo 

Gambar 1.3 Jumper

Alat yang di gunakan :

1. Panel DL 2203C
2. Panel DL 2203S
3. Jumper.
4. Laptop.
5. Software Proteus ver minimal 8.17

 3. Rangkaian [kembali]


 4. Prinsip Kerja [kembali]

Pada rangkaian diatas terdapat beberapa gerbang logika yang digunakan. Masing masing gerbang logika memiliki prinsip kerja yang berbeda.

      • Gerbang NOT

  • Gerbang AND

    Gerbang OR
      • Gerbang X-OR
      • Gerbang NAND
      • Gerbang NOR
      • Gerbang X-NOR


Pada saat melakukan percobaan pada proteus, dengan input B0 dan B1. Sesuai dengan prinsip gerbang yang sudah dijelaskan diatas, 

Sebagai Contoh Input B0 dan B1:

        • B0 = 1 (HIGH)
        • B1 = 0 (LOW)

Gerbang U1 (NOT):

        • Input: B1 (0)
        • Output: NOT B1 = 1
        • Fungsi: Membalikkan sinyal input, jadi jika inputnya 0, outputnya 1.

Gerbang U2 (AND):

        • Input: B0 (1) AND B1 (0)
        • Output: 0
        • Fungsi: Gerbang AND hanya menghasilkan 1 jika kedua inputnya adalah 1.

Gerbang U3 (OR):

        • Input: B0 (1) OR B1 (0)
        • Output: 1
        • Fungsi: Gerbang OR menghasilkan 1 jika salah satu atau kedua inputnya 1.

Gerbang U4 (NAND):

        • Input: B0 (1) NAND B1 (0)
        • Output: 1
        • Fungsi: Gerbang NAND menghasilkan kebalikan dari AND, yaitu 1 kecuali jika kedua inputnya 1.

Gerbang U5 (NOR):

        • Input: B0 (1) NOR B1 (0)
        • Output: 0
        • Fungsi: Gerbang NOR menghasilkan kebalikan dari OR, yaitu 1 hanya jika kedua inputnya 0.

Gerbang U6 (XOR):

        • Input: B0 (1) XOR B1 (0)
        • Output: 1
        • Fungsi: Gerbang XOR menghasilkan 1 jika inputnya berbeda.

Gerbang U7 (XNOR):

        • Input: B0 (1) XNOR B1 (0)
        • Output: 0
        • Fungsi: Gerbang XNOR menghasilkan kebalikan dari XOR, yaitu 1 jika kedua inputnya sama.


5. Video Percobaan [Kembali]

               

  • Percobaan 1a

  • Percobaan 1b


              6. Analisis [Kembali]

 






7. Download File [Kembali]


 

Selasa, 30 September 2025

Tugas Pendahuluan 1

  

M2 Kondisi 10 Percobaan 1





1. Kondisi [Kembali]

Buatlah rangkaian J-K flip flop dan D flip flop seperti pada gambar pada percobaan dengan ketentuan input B0=1, B1=1, B2=1, B3=clock, B4=0, B5=tidak dihubungkan, B6=clock

2. Gambar Rangkaian [Kembali]

Sebelum dijalankan :



Sesudah dijalankan :




3. Video Simulasi [Kembali]




4. Prinsip Kerja Rangkaian [Kembali]

Prinsip kerja dari rangkaian percobaan 1 kondisi 1 pada gambar rangkaian yang telah ditampilkan adalah sebagai berikut :
  1. Input dan Sakelar

    • Rangkaian menggunakan beberapa sakelar (B0, B1, B2, B4, B5) untuk memberikan logika input dan sinyal kontrol.

    • Sakelar ini dapat diatur ke posisi logika tinggi (1) atau logika rendah (0) sesuai kebutuhan.

    • Selain itu, terdapat sinyal clock (CLK) yang berfungsi memberikan pulsa sebagai pemicu perubahan keadaan pada flip-flop.

  2. IC U1:A (74LS74 – D Flip-Flop)

    • Komponen U1:A adalah D Flip-Flop, yang bekerja dengan prinsip:

      • Output Q akan mengikuti input D setiap kali ada trigger clock (CLK).

      • Jika D = 1 dan datang pulsa clock, maka Q menjadi 1.

      • Jika D = 0 dan datang pulsa clock, maka Q menjadi 0.

    • Pin S (Set) dan R (Reset) dapat digunakan untuk langsung memaksa output Q ke kondisi 1 atau 0 tanpa menunggu clock.

  3. IC U2:A (74LS112 – JK Flip-Flop)

    • Komponen U2:A adalah JK Flip-Flop, yang bekerja dengan prinsip:

      • Jika J = 0 dan K = 0, maka output Q tetap (tidak berubah).

      • Jika J = 1 dan K = 0, maka output Q diset menjadi 1.

      • Jika J = 0 dan K = 1, maka output Q direset menjadi 0.

      • Jika J = 1 dan K = 1, maka output Q akan toggle (berubah dari 0 menjadi 1 atau sebaliknya) setiap ada pulsa clock.

    • Sama seperti D flip-flop, JK flip-flop ini juga memiliki input Set dan Clear untuk kontrol langsung.

  4. Hubungan Antar Flip-Flop (U1:A ke U2:A)

    • Output dari D flip-flop (U1:A) digunakan sebagai salah satu masukan bagi JK flip-flop (U2:A).

    • Dengan demikian, kondisi logika pada U1 akan memengaruhi keadaan U2 setiap kali pulsa clock diberikan.

    • Hal ini membentuk rangkaian sekuensial sederhana, di mana output tidak hanya bergantung pada input saat ini, tetapi juga pada keadaan sebelumnya.

  5. Output Rangkaian

    • Output dari kedua flip-flop ditampilkan pada indikator logika (Q dan Q̅).

    • Pada gambar ditunjukkan bahwa output Q = 1 dan Q̅ = 0, artinya flip-flop berada pada kondisi logika tinggi.

    • Kondisi ini bergantung pada kombinasi input sakelar, serta urutan pulsa clock yang sudah diberikan.

  6. Fungsi Rangkaian

    • Rangkaian ini menunjukkan prinsip dasar kerja flip-flop D dan JK dalam menyimpan dan memproses sinyal logika.

    • D flip-flop digunakan untuk penyimpanan data (data latch), sedangkan JK flip-flop digunakan untuk kontrol toggle atau perubahan keadaan.

    • Kombinasi keduanya dapat dimanfaatkan dalam sistem digital, seperti counter, register, atau rangkaian memori.

5. Download File [Kembali]
  • Download File Rangkaian [Klik]
  • Download Video Percobaan [Klik]


 

Tugas Pendahuluan 2

  

M2 Kondisi 9 Percobaan 2





1. Kondisi [Kembali]

Buatlah rangkaian T flip flop seperti pada gambar pada percobaan dengan ketentuan input B0=0, B1=1, B2=0

2. Gambar Rangkaian [Kembali]

Sebelum dijalankan :


Sesudah dijalankan :



3. Video Simulasi [Kembali]




4. Prinsip Kerja Rangkaian [Kembali]

Berdasarkan rangkaian T flip flop yang telah di tampilkan pada video, prinsip kerja dari rangkaian tersebut secara umum ialah :

1. Rangkaian di atas merupakan T flip flop yang dikembangkan dari JK flip flop
2. Inputan JK di hubungkan dengan Vcc (logika 1)
3. Untuk pin Set dan Reset serta clock dihubungkan dengan saklar sw-spdt
4. Ketika inputan S dan R ini berlogika satu, maka outputan dari Q dan Q bar akan toggle ( bergantian sesuai trigger yang diberikan dari input)
5. Toggle yang itu akan bergantian atau bertukar ketika clock berlogika 0, maksudnya ketika clock berlogika 1 output belum berubah, tetapi ketika clock berpindah ke logika 0 output akan berubah, yang awalnya 0 1 akan berubah menjadi 1 0 begitu seterusnya.


5. Download File [Kembali]
  • Download File Rangkaian [Klik]
  • Download Video Percobaan [Klik]


 

Flip Flop





 

MODUL 2

FLIP FLOP

1. Tujuan [Kembali]

  1. Merangkai dan menguji berbagai macam flip-flop.                                                    

2. Alat dan Bahan [Kembali]

Gambar 2.1 Module D’Lorenzo 

Gambar 2.2 DL2203S Module D’Lorenzo 

Gambar 2.2 Jumper

Alat yang di gunakan :

1. Panel DL 2203C
2. Panel DL 2203D
3. Panel DL 2203S
4. Jumper

3. Dasar Teori [Kembali]


Flip Flop

Flip-flop adalah rangkaian elektronika yang memilki dua kondisi stabil dan dapat digunakan untuk menyimpan informasi. Flip-flop merupakan pengaplikasian gerbang logika yang bersifat Multivibrator Bistabil. Dikatakan Multibrator Bistabil karena kedua tingkat tegangan keluaran pada Multivibrator tersebut adalah stabil dan hanya akan mengubah situasi tingkat tegangan keluarannya saat dipicu (trigger). Flip-flop mempunyai dua Output (Keluaran) yang salah satu outputnya merupakan komplemen Output yang lain. 

A.  RS Flip-Flop

R-S Flip-flop merupakan dasar dari semua flip-flop yang memiliki 2 gerbang inputan atau masukan yaitu R dan S. 

 


Gambar 2.3 RS Flip-Flop

B. JK Flip Flop

J-K Flip-flop merupakan flipflop yang tidak memiliki kondisi terlarang atau yanng berarti diberi berapapun inputan asalkan terdapat clock maka akan terjadi perubahan pada keluaran atau outputnya. 

  
Gambar 2.4 Flip-Flop JK
C.  D Flip Flop

D Flip-flop merupakan salah satu jenis flip-flop yang dibangun dengan menggunakan flip-flop R-S . Perbedaan dengan R-S flip-flop terletak pada inputan R, dan D Flip-flop inputan R terlebih dahulu diberi gerbang NOT. 

 
Gambar 2.5 D Flip-Flop
D.  T Flip Flop

T Flip-flop merupakan rangkaian flip-flop yang telah di buat dengan menggunakan J-K Flip-flop yang kedua inputannya dihubungkan menjadi satu. Jika input T nya aktif dan dipengaruhi oleh clock maka outputnya akan berubah dan jika T tidak aktif walaupun dipengaruhi oleh clock maka outputnya tidak berubah. 

 

 Gambar 2.6 Flip-Flop T



 

Tugas Pendahuluan 2

  

Kondisi 12 Percobaan 2





1. Kondisi [Kembali]

Buatlah rangkaian seperti pada modul percobaan, Kemudian buatlah kondisi dengan inputan berupa saklar SPDT dengan output berupa Logic Probe. . · Rangkaian Decoder : A = 1, B' = 2, C = 1, D = 0

2. Gambar Rangkaian [Kembali]

Sebelum dijalankan :




Sesudah dijalankan :



3. Video Simulasi [Kembali]


4. Prinsip Kerja Rangkaian [Kembali]

Prinsip kerja dari rangkaian percobaan 2 kondisi 12 pada gambar rangkaian yang telah ditampilkan adalah sebagai berikut :
  1. Input Sakelar (A, B, C, D)
    Empat sakelar digunakan sebagai masukan biner (A, B, C, D). Masing-masing sakelar dapat bernilai 0 (off) atau 1 (on), sehingga dapat menghasilkan kombinasi bilangan biner dari 0000 hingga 1111. Kombinasi ini merupakan kode BCD (Binary Coded Decimal) yang nantinya akan diproses oleh IC dekoder.

  2. IC 4028 (BCD to Decimal Decoder, U1)
    Komponen utama yang digunakan adalah IC 4028, yang berfungsi sebagai dekoder BCD ke desimal.

    • Input: A, B, C, dan D sebagai kode biner.

    • Output: Q0–Q9 (dalam rangkaian diberi label Y0–Y9).
      Prinsip kerjanya adalah: hanya satu output yang akan aktif (logika 1) sesuai dengan nilai biner yang dimasukkan pada input A–D.

  3. Proses Dekode Logika

    • Jika input A–D = 0000, maka Y0 = 1, output lain bernilai 0.

    • Jika input A–D = 0001, maka Y1 = 1, output lain bernilai 0.

    • Jika input A–D = 0010, maka Y2 = 1, output lain bernilai 0.

    • … dan seterusnya hingga:

    • Jika input A–D = 1001 (desimal 9), maka Y9 = 1, output lain bernilai 0.

    Pada kondisi di gambar, input menghasilkan logika yang memicu Y5 = 1, sehingga hanya Y5 yang aktif.

  4. Indikator Output (Y0–Y9)
    Output dekoder ditampilkan dalam bentuk indikator logika (0 atau 1).

    • Angka 1 menandakan bahwa jalur tersebut aktif.

    • Angka 0 menandakan jalur tidak aktif.
      Dengan demikian, hanya satu output yang bernilai 1 sesuai dengan input biner yang diberikan.

  5. Output Akhir (Kondisi 12)
    Pada rangkaian ditampilkan bahwa output Y5 = 1, sedangkan output lainnya (Y0–Y4, Y6–Y9) bernilai 0.
    Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi input biner yang diberikan pada sakelar A, B, C, D merepresentasikan angka desimal 5.

5. Download File [Kembali]


 

Tugas Pendahuluan 1

  

Kondisi 10 Percobaan 1





1. Kondisi [Kembali]

Buatlah sebuah rangkaian lengkap yang memuat 2 gerbang AND dengan 3 input dan 4 input, kemudian gerbang OR dengan 2 dan 4 input,kemudian 1 gerbang XOR dan 2 gerbang XNOR. Dan output akhir rangkaian keseluruhannya ditunjukkan dengan LED atau LOGIC PROBE. Dimana input awal berupa 3 saklar SPDT.

2. Gambar Rangkaian [Kembali]

Sebelum dijalankan :



Sesudah dijalankan :



3. Video Simulasi [Kembali]


4. Prinsip Kerja Rangkaian [Kembali]

Prinsip kerja dari rangkaian percobaan 1 kondisi 1 pada gambar rangkaian yang telah ditampilkan adalah sebagai berikut :
  1. Input Sakelar (SW1–SW3)
    Tiga buah sakelar digunakan sebagai masukan utama rangkaian. Masing-masing sakelar dapat diposisikan pada kondisi “on” (logika 1) atau “off” (logika 0). Kombinasi dari ketiga sakelar inilah yang akan menghasilkan input biner dan selanjutnya diproses oleh rangkaian gerbang logika.

  2. Gerbang AND (U1 dan U2)

    • U1 (AND 4 input) terhubung dengan ketiga sakelar sekaligus, ditambah satu jalur logika lain. Output U1 hanya akan bernilai 1 jika seluruh input bernilai 1.

    • U2 (AND 3 input) bekerja dengan prinsip yang sama. Ia menghasilkan logika 1 apabila ketiga input sakelar bernilai on.
      Hasil dari kedua gerbang ini akan menjadi dasar proses logika berikutnya.

  3. Gerbang OR (U3 dan U4)

    • U3 (OR 2 input) menerima sinyal dari keluaran U1 dan U2. Jika salah satu bernilai 1, maka output U3 akan bernilai 1.

    • U4 (OR 4 input) juga menggabungkan sinyal dari beberapa jalur input sekaligus, dan akan bernilai 1 jika ada minimal satu input aktif.
      Dengan demikian, blok OR ini berfungsi menggabungkan hasil keluaran dari gerbang AND.

  4. Gerbang XOR (U5)
    Output dari OR kemudian masuk ke gerbang XOR (U5). XOR menghasilkan logika 1 apabila jumlah input yang bernilai 1 adalah ganjil (berbeda), sedangkan jika sama maka output bernilai 0. Tahap ini menjadi kunci perbedaan hasil logika antara input-input sebelumnya.

  5. Gerbang XNOR (U6A dan U6B)
    Hasil keluaran dari XOR maupun jalur lain diproses melalui dua gerbang XNOR.

    • XNOR akan bernilai 1 jika kedua input yang dibandingkan sama (baik sama-sama 0 atau sama-sama 1).

    • Jika berbeda, maka output bernilai 0.
      Proses XNOR ini memberikan pembalikan logika dari XOR dan menjadi penentu akhir kondisi LED.

  6. Output Akhir (D1 – LED Biru)
    Hasil dari XNOR diteruskan ke indikator berupa LED biru (D1).

    • Jika output logika akhir bernilai 1, maka LED akan menyala.

    • Jika output bernilai 0, maka LED akan padam.
      Dengan demikian, kondisi nyala atau padamnya LED sangat ditentukan oleh kombinasi masukan dari SW1, SW2, dan SW3 yang diproses melalui rangkaian gerbang AND, OR, XOR, dan XNOR.

5. Download File [Kembali]