1. Pendahuluan [Kembali]
Pada percobaan ini difokuskan pada
implementasi sistem komunikasi antar-perangkat menggunakan protokol UART (Universal
Asynchronous Receiver-Transmitter) dan I2C (Inter-Integrated Circuit).
Sistem ini dirancang untuk mendemonstrasikan bagaimana dua buah mikrokontroler
Nucleo dapat saling bertukar informasi secara asinkron, di mana satu unit
berfungsi sebagai pengolah input dan unit lainnya sebagai eksekutor output.
Penggunaan protokol komunikasi ini menjadi sangat krusial dalam sistem tertanam
modern karena memungkinkan integrasi berbagai periferal, seperti sensor dan
display, tanpa memerlukan jumlah kabel yang banyak, sehingga meningkatkan
efisiensi arsitektur rangkaian.
Khusus pada Percobaan 3, fokus utama terletak pada mekanisme transmisi data digital yang dikonversi menjadi aksi nyata berupa pengaturan sinyal PWM (Pulse Width Modulation). Proses diawali dengan pembacaan status input pada Nucleo 1 yang kemudian dikirimkan secara serial menuju Nucleo 2 untuk mengontrol visualisasi LED, baik dalam kondisi menyala kontinu maupun berkedip. Selain itu, integrasi layar OLED berbasis I2C berfungsi sebagai antarmuka pemantauan secara real-time, sehingga praktikan dapat memahami alur data yang kompleks mulai dari deteksi input, pengiriman pesan melalui jalur TX/RX, hingga dihasilkannya output spesifik pada aktuator.
2. Tujuan [Kembali]
- Memahami
cara penggunaan protokol komunikasi UART, SPI, dan I2C pada Development
Board yang digunakan.
- Memahami cara penggunaan komponen input dan output yang berkomunikasi secara UART, SPI, dan I2C pada Development Board yang digunakan
3. Alat dan Bahan [Kembali]
a.) STM32 NUCLEO-G474RE
k.) Oled
4. Dasar Teori [Kembali]
4.1 UART (Universal Asynchronous Receiver Transmitter)
UART (Universal Asynchronous Receiver Transmitter) UART (Universal Asynchronous Receiver-Transmitter) adalah bagian perangkat keras komputer yang menerjemahkan antara bit-bit paralel data dan bit-bit serial. UART biasanya berupa sirkuit terintegrasi yang digunakan untuk komunikasi serial pada komputer atau port serial perangkat periperal. Cara Kerja Komunikasi UART
4.2 I2C
Inter Integrated Circuit atau sering disebut I2C adalah standar komunikasi serial dua arah menggunakan dua saluran yang didisain khusus untuk mengirim maupun menerima data. Sistem I2C terdiri dari saluran SCL (Serial Clock) dan SDA (Serial Data) yang membawa informasi data antara I2C dengan pengontrolnya.
4.3 SPI (Series Peripheral Interface)
Serial Peripheral Interface (SPI) merupakan salah satu mode komunikasi serial synchronous berkecepatan tinggi yang dimiliki oleh STM32F407VGT6 dan Raspberry Pi Pico. Komunikasi SPI membutuhkan 3 jalur utama yaitu MOSI, MISO, dan SCK, serta jalur tambahan SS/CS. Melalui komunikasi ini, data dapat saling dikirimkan baik antara mikrokontroler maupun antara mikrokontroler dengan perangkat periferal lainnya.
• MOSI (Master Output Slave Input) Jika dikonfigurasi sebagai master, maka pin MOSI berfungsi sebagai output. Sebaliknya, jika dikonfigurasi sebagai slave, maka pin MOSI berfungsi sebagai input.
• MISO (Master Input Slave Output) Jika dikonfigurasi sebagai master, maka pin MISO berfungsi sebagai input. Sebaliknya, jika dikonfigurasi sebagai slave, maka pin MISO berfungsi sebagai output.
• SCLK (Serial Clock) Jika dikonfigurasi sebagai master, maka pin SCLK bertindak sebagai output untuk memberikan sinyal clock ke slave. Sebaliknya, jika dikonfigurasi sebagai slave, maka pin SCLK berfungsi sebagai input untuk menerima sinyal clock dari master.
• SS/CS (Slave Select/Chip Select) Jalur ini digunakan oleh master untuk memilih slave yang akan dikomunikasikan. Pin SS/CS harus dalam keadaan aktif (umumnya logika rendah) agar komunikasi dengan slave dapat berlangsung
4.4 STM 32 NUCLEO G474RE
STM32 NUCLEO-G474RE merupakan papan
pengembangan (development board) berbasis mikrokontroler STM32G474RET6 yang
dikembangkan oleh STMicroelectronics. Board ini dirancang untuk memudahkan
proses pembelajaran, pengujian, dan pengembangan aplikasi sistem tertanam
(embedded system), baik untuk pemula maupun tingkat lanjut. STM32 Nucleo-G474RE
mengintegrasikan antarmuka ST-LINK debugger/programmer secara onboard sehingga
pengguna dapat langsung melakukan pemrograman dan debugging tanpa perangkat
tambahan. Adapun spesifikasi dari STM32 NUCLEO-G474RE adalah sebagai berikut:
4.5 STM32F103C8
STM32F103C8 adalah mikrokontroler
berbasis ARM Cortex-M3 yang dikembangkan oleh STMicroelectronics.
Mikrokontroler ini sering digunakan dalam pengembangan sistem tertanam karena
kinerjanya yang baik, konsumsi daya yang rendah, dan kompatibilitas dengan berbagai
protokol komunikasi. Pada praktikum ini, kita menggunakan STM32F103C8 yang
dapat diprogram menggunakan berbagai metode, termasuk komunikasi serial
(USART), SWD (Serial Wire Debug), atau JTAG untuk berhubungan dengan komputer
maupun perangkat lain. Adapun spesifikasi dari STM32F4 yang digunakan dalam
praktikum ini adalah sebagai berikut:
A. BAGIAN-BAGIAN PENDUKUNG
1) STM32 NUCLEO-G474RE
1. RAM (Random Access Memory) RAM
(Random Access Memory) pada STM32 NUCLEO-G474RE digunakan sebagai memori
sementara untuk menyimpan data selama program berjalan. Mikrokontroler
STM32G474RET6 memiliki RAM sebesar 128 KB yang berfungsi untuk menyimpan variabel,
buffer data, stack, dan heap.
2. Memori Flash Eksternal STM32
NUCLEO-G474RE tidak menggunakan memori flash eksternal. Seluruh program dan
data permanen disimpan pada memori Flash internal mikrokontroler STM32G474RET6
dengan kapasitas 512 KB. Memori flash ini bersifat non-volatile, sehingga data
dan program tetap tersimpan meskipun catu daya dimatikan.
3. Crystal Oscillator STM32
NUCLEO-G474RE menggunakan osilator internal (HSI – High Speed Internal) sebagai
sumber clock utama secara default. Penggunaan clock internal ini membuat board
dapat beroperasi tanpa memerlukan crystal oscillator eksternal. Clock berfungsi
sebagai sumber waktu untuk mengatur kecepatan kerja CPU dan seluruh peripheral.
4. Regulator Tegangan Untuk
memastikan pasokan tegangan yang stabil ke mikrokontroler.
5. Pin GPIO (General Purpose
Input/Output): Pin GPIO pada STM32 NUCLEO-G474RE digunakan sebagai antarmuka
input dan output digital yang fleksibel.
2) STM32F103C8
1. RAM (Random Access Memory)
STM32F103C8 dilengkapi dengan 20KB
SRAM on-chip. Kapasitas RAM ini memungkinkan mikrokontroler menjalankan
berbagai aplikasi serta menyimpan data sementara selama eksekusi program.
2. Memori Flash Internal
STM32F103C8 memiliki memori flash internal sebesar 64KB atau 128KB, yang
digunakan untuk menyimpan firmware dan program pengguna. Memori ini
memungkinkan penyimpanan kode program secara permanen tanpa memerlukan media
penyimpanan eksternal.
3. Crystal Oscillator STM32F103C8
menggunakan crystal oscillator eksternal (biasanya 8MHz) yang bekerja dengan
PLL untuk meningkatkan frekuensi clock hingga 72MHz. Sinyal clock yang stabil
ini penting untuk mengatur kecepatan operasi mikrokontroler dan komponen
lainnya.
4. Regulator Tegangan STM32F103C8
memiliki sistem pengaturan tegangan internal yang memastikan pasokan daya
stabil ke mikrokontroler. Tegangan operasi yang didukung berkisar antara 2.0V
hingga 3.6V.
5. Pin GPIO (General Purpose
Input/Output) STM32F103C8 memiliki hingga 37 pin GPIO yang dapat digunakan
untuk menghubungkan berbagai perangkat eksternal seperti sensor, motor, LED,
serta komunikasi dengan antarmuka seperti UART, SPI, dan I²C.






0 komentar:
Posting Komentar