This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 30 September 2025

Tugas Pendahuluan 1

  

Kondisi 10 Percobaan 1





1. Kondisi [Kembali]

Buatlah sebuah rangkaian lengkap yang memuat 2 gerbang AND dengan 3 input dan 4 input, kemudian gerbang OR dengan 2 dan 4 input,kemudian 1 gerbang XOR dan 2 gerbang XNOR. Dan output akhir rangkaian keseluruhannya ditunjukkan dengan LED atau LOGIC PROBE. Dimana input awal berupa 3 saklar SPDT.

2. Gambar Rangkaian [Kembali]

Sebelum dijalankan :



Sesudah dijalankan :



3. Video Simulasi [Kembali]


4. Prinsip Kerja Rangkaian [Kembali]

Prinsip kerja dari rangkaian percobaan 1 kondisi 1 pada gambar rangkaian yang telah ditampilkan adalah sebagai berikut :
  1. Input Sakelar (SW1–SW3)
    Tiga buah sakelar digunakan sebagai masukan utama rangkaian. Masing-masing sakelar dapat diposisikan pada kondisi “on” (logika 1) atau “off” (logika 0). Kombinasi dari ketiga sakelar inilah yang akan menghasilkan input biner dan selanjutnya diproses oleh rangkaian gerbang logika.

  2. Gerbang AND (U1 dan U2)

    • U1 (AND 4 input) terhubung dengan ketiga sakelar sekaligus, ditambah satu jalur logika lain. Output U1 hanya akan bernilai 1 jika seluruh input bernilai 1.

    • U2 (AND 3 input) bekerja dengan prinsip yang sama. Ia menghasilkan logika 1 apabila ketiga input sakelar bernilai on.
      Hasil dari kedua gerbang ini akan menjadi dasar proses logika berikutnya.

  3. Gerbang OR (U3 dan U4)

    • U3 (OR 2 input) menerima sinyal dari keluaran U1 dan U2. Jika salah satu bernilai 1, maka output U3 akan bernilai 1.

    • U4 (OR 4 input) juga menggabungkan sinyal dari beberapa jalur input sekaligus, dan akan bernilai 1 jika ada minimal satu input aktif.
      Dengan demikian, blok OR ini berfungsi menggabungkan hasil keluaran dari gerbang AND.

  4. Gerbang XOR (U5)
    Output dari OR kemudian masuk ke gerbang XOR (U5). XOR menghasilkan logika 1 apabila jumlah input yang bernilai 1 adalah ganjil (berbeda), sedangkan jika sama maka output bernilai 0. Tahap ini menjadi kunci perbedaan hasil logika antara input-input sebelumnya.

  5. Gerbang XNOR (U6A dan U6B)
    Hasil keluaran dari XOR maupun jalur lain diproses melalui dua gerbang XNOR.

    • XNOR akan bernilai 1 jika kedua input yang dibandingkan sama (baik sama-sama 0 atau sama-sama 1).

    • Jika berbeda, maka output bernilai 0.
      Proses XNOR ini memberikan pembalikan logika dari XOR dan menjadi penentu akhir kondisi LED.

  6. Output Akhir (D1 – LED Biru)
    Hasil dari XNOR diteruskan ke indikator berupa LED biru (D1).

    • Jika output logika akhir bernilai 1, maka LED akan menyala.

    • Jika output bernilai 0, maka LED akan padam.
      Dengan demikian, kondisi nyala atau padamnya LED sangat ditentukan oleh kombinasi masukan dari SW1, SW2, dan SW3 yang diproses melalui rangkaian gerbang AND, OR, XOR, dan XNOR.

5. Download File [Kembali]


Gerbang Logika




 

MODUL 1

GERBANG LOGIKA

1. Tujuan [Kembali]

  1. Merangkai dan menguji operasi dari gerbang logika.
  2. Merangkai dan menguji gerbang logika dasar, Aljabar Boelean.
  3. Merangkai dan menguji rangkaian Encoder dan Decoder.
  4. Merangkai dan menguji rangkaian Multiplexer dan Demultiplexer                                                        

2. Alat dan Bahan [Kembali]


Gambar 1.1 DL2203C Module D’Lorenzo 

Gambar 1.2 DL2203S Module D’Lorenzo 

Gambar 1.3 Jumper

Alat yang di gunakan :

1. Panel DL 2203C
2. Panel DL 2203S
3. Jumper.
4. Laptop.
5. Software Proteus ver minimal 8.17

4. Dasar Teori [Kembali]


Gerbang Logika 

Gerbang Logika atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Logic Gate adalah dasar pembentuk Sistem Elektronika Digital yang berfungsi untuk mengubah satu atau beberapa Input (masukan) menjadi sebuah sinyal Output (Keluaran) Logis. Gerbang Logika beroperasi berdasarkan sistem bilangan biner yaitu bilangan yang hanya memiliki 2 kode simbol yakni 0 dan 1 dengan menggunakan Teori Aljabar Boolean. Berikut jenis jenis gerbang logika antara lain :

1. Gerbang AND

                                                (a)

Gambar 1.1 (a) Rangkaian dasar gerbang AND (b) Simbol gerbang AND 

Tabel 1.1 Tabel Kebenaran Logika AND

Gerbang AND merupakan gerbang logika yang menggunakan operasi perkalian. Bisa dilihat pada tabel diatas bahwa keluaran akan bernilai 1 jika semua nilai input adalah 1, dan jika salah satu atau lebih input ada yang bernilai nol maka output akan bernilai nol.


2. Gerbang OR

                                                        (a)                                                                (b)

Gambar 1.2 (a) Rangkaian dasar gerbang OR (b) Simbol gerbang OR 

Tabel 1.2 Tabel Kebenaran Logika OR

    Gerbang OR adalah gerbang logika yang menggunakan operasi penjumlahan. Nilai output bernilai 0 hanya pada jika nilai semua input bernilai 0. Bila dilihat dari rangkaian dasarnya maka didapat tabel kebenaran seperti di atas. Pada gerbang logika OR ini bisa dikatakan bahwa jika salah satu atau lebih input bernilai 1 maka output akan bernilai satu.

3. Inverter ( Gerbang NOT )

 
(a)

(b)


Gambar 1.3 (a) Rangkaian dasar gerbang NOT (b) Simbol gerbang NOT Tabel 
1.3 Tabel Kebenaran Logika NOT


    Gerbang NOT merupakan gerbang yang di mana keluarannya akan selalu berlawanan dengan masukannya.

 4. Gerbang NOR

(a)

(b)

Gambar 1.4 (a) Rangkaian dasar gerbang NOR (b) Simbol gerbang NOR 
Tabel 1.4 Tabel Kebenaran Logika NOR

    Gerbang NOR adalah gerbang OR yang disambung ke inverter. Jadi nilai keluarannya merupakan kebalikan dari gerbang OR.



5. Gerbang NAND

(a)



Gambar 1.5 (a) Rangkaian dasar gerbang NAND (b) Simbol gerbang NAND 

Tabel 1.5 Tabel Kebenaran Logika NAND


    Gerbang NAND adalah gerbang AND yang keluarannya disambungkan ke inverter. Dan nilai dari tabel kebenarannya merupakan kebalikan dari tabel kebenaran dari gerbang AND.

6. Gerbang Exlusive OR (X-OR)

(a)

(b)

Gambar 1.6 (a) Rangkaian dasar gerbang X-OR (b) Simbol gerbang X-OR

Tabel 1.6 Tabel Kebenaran Logika X-OR
    X-OR merupakan gerbang OR yang bersifat exlusif, di mana jika hasil penjumlahan inputnya bernilai ganjil maka outputnya bernilai 1 dan jika hasil penjumlahan inputnya bernilai genap maka outputnya bernilai 0.

7. Gerbang Exclusive NOR (X-NOR)

(a)

 
(b)

Gambar 1.10 (a) Rangkaian dasar gerbang X-NOR (b) Simbol gerbang X-NOR Tabel 

1.7 Tabel Kebenaran Logika X-NOR


    X-NOR merupakan gerbang X-OR yang keluarannya disambungkan dengan inverter Dan nilai dari tabel kebenarannya merupakan kebalikan dari tabel kebenaran dari gerbang X-OR. Dimana jika hasil penjumlahan inputnya bernilai genap maka outputnya bernilai 1, dan jika hasil penjumlahan inputnya bernilai ganjil maka outputnya bernilai 0.

Encoder-Decoder
    Encoder dan decoder dalam dunia elektronika digital adalah dua komponen penting yang banyak digunakan dalam sistem komunikasi, pengolahan data, dan kontrol digital. Keduanya berperan dalam mengubah informasi dari satu bentuk ke bentuk lainnya, sehingga memungkinkan perangkat digital untuk berkomunikasi secara efisien.

a. Encoder
(a)

(b)

Gambar 1.11 (a) Rangkaian dalam Encoder (b) IC Encoder 4 to 2 

1.8 Tabel Kebenaran Encoder 4 to 2


    Encoder adalah sebuah perangkat atau rangkaian elektronik/digital yang berfungsi untuk mengubah suatu bentuk data atau sinyal (biasanya dalam bentuk informasi, posisi, atau sinyal analog) menjadi kode biner. Dengan kata lain, encoder “menerjemahkan” input menjadi data digital yang lebih mudah diproses oleh sistem elektronik atau komputer.

b. Decoder
(a)

(b)

Gambar 1.12 (a) Rangkaian dalam Decoder (b) IC Decoder 2 to 4 

Tabel 1.9 Tabel Kebenaran Decoder 2 to 4

    Decoder (dekoder) adalah perangkat atau rangkaian logika digital yang berfungsi untuk mengubah kode biner menjadi sinyal keluaran yang sesuai.

Multiplexer dan Demultiplexer

    Multiplexer (MUX) dan Demultiplexer (DEMUX) adalah rangkaian digital penting dalam sistem komunikasi yang memiliki fungsi berlawanan. Multiplexer menggabungkan beberapa sinyal masukan menjadi satu keluaran, sedangkan Demultiplexer menerima satu sinyal masukan dan menyalurkannya ke salah satu dari banyak jalur keluaran.

a. Multiplexer
(a)

(b)

Gambar 1.13 (a) Rangkaian dalam Multiplexer (b) IC Multiplexer 4 to 1

Tabel 2.0 Tabel Kebenaran Multiplexer 4 to 1

    Multiplexer adalah perangkat pemilih beberapa jalur data ke dalam satu jalur data untuk dikirim ke titik lain. Komponen ini tersusun atas gerbang logika berkecepatan tinggi yang terdiri dari jalur input, terminal pengendali, dan jalur output.

b. Demultiplexer
(a)

  
(b)

Gambar 1.14 (a) Rangkaian dalam Demultiplexer (b) IC Demultiplexer 1 to 4 

Tabel 2.1 Tabel Kebenaran Demultiplexer 1 to 4

    Demultiplexer (DEMUX) adalah kebalikan dari multiplexer, berfungsi untuk mengarahkan satu input ke salah satu dari beberapa output berdasarkan sinyal seleksi. DEMUX sering disebut "data distributor".