This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 22 Agustus 2024

 

MODUL 1

KARAKTERISTIK DIODA



DAFTAR ISI
1. Tujuan
2. Dasar Teori
4. Prosedur Percobaan

Percobaan ...
2. Dioda Zener
3. Half Bridge Rectifier
4. Full Bridge Rectifier


1. Tujuan (kembali)

1.          1. Mengetahui prinsip kerja dan karakteristik dioda.

2.          2. Mengetahui prinsip kerja dan karakteristik dioda Zener.

3.          3. Mengetahui prinsip kerja dan karakteristik Half Bridge Rectifier dan Full Bridge                    Rectifier

2. Dasar Teori (kembali)

            Dioda adalah komponen elektronika aktif yang terdiri dari pertemuan semikonduktor jenis P dan semikonduktor jenis N ( P-N Junction ). Elektroda yang dihubungan dengan material jenis P disebut anoda dan yang dihubungkan dengan material jenis N disebut katoda. Kontruksi dan simbol dioda seperti pada gambar berikut :

(a).Kontruksi Dioda dan (b).Simbol Dioda
        

Dioda akan mengalirkan arus maju (konduksi) jika diberi bias maju (forward bias) yaitu anoda mendapat tegangan positif dan katoda mendapat tegangan negatif. Sebaliknya, jika diberi bias mundur (reverse bias) maka dioda mempunyai resistansi tinggi. Pada dasarnya dioda akan mengalami konduksi jika diberi tegangan maju yang cukup (0,7 V untuk dioda silikon dan 0,2 V untuk dioda germanium). Setelah mencapai tegangan tersebut, setiap kenaikan tegangan akan diikuti dengan kenaikan arus.

 

Pada saat terjadi forward bias, terjadi perpindahan muatan listrik positif ke bagian positif dioda yang akan mengisi positif layer sehingga menekan depletion layer. Sedangkan pada reverse bias, muatan positif dan muatan negative pada daerah P dioda akan ditarik oleh sumber. Sehingga depletion layer akan melebar dan tidak dapat mengalirkan arus.



                                        (a). Forward Bias (b). Reverse Bias

Dioda Zener

Dioda Zener merupakan jenis diode yang dirancang khusus untuk dapat beroperasi di rangkaian reverse bias (bias balik).

                                                


Pada dasarnya, dioda zener akan menyalurkan arus listrik ke arah yang berlawanan jika tegangan yang diberikan melampaui batas tegangan tembusnya. Karakteristik ini berbeda dengan dioda biasa yang hanya dapat menyalurkan arus listrik ke satu arah. Sebuah dioda zener yang dipasangkan dalam rangkaian reverse bias akan menjaga agar tegangan jatuhnya outputnya tetap stabil walaupun tegangan input diubah-ubah.


Dioda sebagai Rectifier (Penyearah)

Dioda sering digunakan untuk menyearahkan arus AC menjadi arus DC. Ketika dioda dialiri oleh sumber AC, ia hanya akan mengalirkan arus selama setengah siklus positif (untuk dioda ideal) dan menahan arus selama setengah siklus negatif. Ini menghasilkan arus DC yang berdenyut (pulsating DC).

·  Half Bridge Rectifier

Dalam rangkaian penyearah setengah gelombang (Half bridge Rectifier), hanya setengah dari gelombang AC yang diteruskan oleh dioda, sehingga menghasilkan arus DC dengan denyutan setengah gelombang. Penyearah setengah gelombang adalah perangkat yang mengubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC).


                                       

                                                Half Bridge Rectifier

 · Full Bridge Rectifier

Dalam rangkaian penyearah gelombang penuh dengan menggunakan jembatan dioda (bridge rectifier), seluruh gelombang AC digunakan dan akan menghasilkan arus DC dengan denyutan penuh. Jenis penyearah fase tunggal ini menggunakan empat dioda. Keempat penyearah individual terhubung dalam konfigurasi Bridge atau jembatan loop tertutup untuk menghasilkan output yang diinginkan. Keuntungan utama dari rangkaian jembatan ini adalah tidak memerlukan trafo khusus yang menggunakan center tap.


                                  

                                           Full Bridge Rectifier             

Dioda Bridge Sebagai Full Bridge Rectifier lebih menguntungkan dari segi biaya karena trafo bekerja secara full.

3. Alat dan Bahan (kembali)

A. Alat

    

Multimeter



Jumper




DC Power Suplay


Osiloskop

Function Generator

B. Bahan



Resistor


Dioda





4. Prosedur Percobaan (kembali)

  1. Dioda

  1. Susun Rangkaian sesuai gambar

  2. Hubungkan R dan Dioda

  3. Gunakan DC dan AC power supply

  4. Aktifkan Powe Supply, dan ukur nilai arus dan tegangannya

  5. Ulangi percobaan dengan nilai resistansi yang berbeda


  1. Diode Zener

  1. Susun Rangkaian sesuai Gambar

  2. Hubungkan dioda, resistor dan potensiometer

  3. Gunakan DC power supply

  4. Aktifkan power supply dan ukur nilai arus dan tegangannya

  5. Ulangi percobaan dengan nilai potensiometer yang berbeda


  1. Half Bridge Rectifier

  1. Susun rangkaian sesuai gambar

  2. Hubungkan dioda, kapasitor dan resistor

  3. Gunakan AC power supply

  4. Aktifkan power supply dan ukur nilai arus dan tegangan

  5. Ulangi percobaan dengan nilai resistor dan kapasitor berbeda


  1. Full Bridge Rectifier

  1. Susun rangkaian sesuai Gambar

  2. Hubungkan dioda, kapasitor dan resistor

  3. Gunakan AC power supply

  4. Aktifkan power supply dan ukur nilai arus dan tegangan

  5. Ulangi percobaan dengan nilai kapasitor dan resistor yang berbeda

 







Rabu, 22 Mei 2024

MESH, THEVENIN DAN NODAL

MESH, THEVENIN, DAN NODAL



MODUL III

MESH, THEVENIN, DAN NODAL


1. Foto Hardware [Kembali]

a. Mesh Current

b. Thevenin Teorema






c. Nodal





2. Prosedur Percobaan [Kembali]

A. Mesh Current

a. Susun rangkaian seperti gambar di bawah

b. Dengan menggunakan ohmmeter, ukur resistansi dari masing-masing resistor dan catat nilainya pada tabel

c. Tutup S1 dan nyalakan power supply. Atur tegangan output dari power supply 15 V. Cek  nilai ini dan pertahankan tegangan selama percobaan

d. Ukur tegangan yang melintasi masing-masing resistor dan catat hasilnya pada tabel

e. Gunakan Hukum Ohm dan nilai resistansi terukur untuk menghitung besar arus yang melewati masing-masing resistor. Catat hasilnya pada Tabel

f. Gunakan nilai terbaca pada resistor dan tiga mesh pada gambar untuk menghitung arus mesh I1, I2, dan I3. Catat hasilnya pada tabel. Buat semua perhitungannya

g. Dengan arus mesh yang telah didapatkan, hitung arus yang melewati Rdan R4.

B. Thevenin's Theorema

a. Susun rangkaian seperti Gambar 1.a 

b. Gunakan RL 330 ohm. Tutup S2 dan S1, hidupkan power. Atur nilai Vps pada 15 V, ukur arus yang melintasi resistor beban RL (IL) catat nilai ini pada tabel 1 kolom IL rangkaian asli.

c. Buka beban RL, buka S2. Ukur tegangan yang melintasi BC (VTh). Catat nilai yang didapat pada tabel 1 kolom VTh terukur.

d. Dalam kondisi V off, kemudian hubung singkat AD untuk mengukur resistansi pada BC, yaitu RTh. Catat nilai yang didapat pada tabel 1 kolom RTh Ekivalen Thevenin.

e. Ulangi langkah a sampai d untuk beban 1000 dan 3300 ohm.

f. Susun rangkaian seperti gambar 1.b. Tutup S1, atur posisi power supply sehingga Vps = VTh, dan resistansi yang melintasi potensiometer sama dengan Rth.

g. Ukur IL dan catat nilainya dalam tabel 1 kolom ekivalen thevenin, lalu matikan power supply.

h. Dengan menggunakan nilai VPS, R1, R2, R3, dan R4 hitung nilai VTh dari gambar 1.a  kemudian catat jawaban dalam tabel 1 kolom VTh terhitung.

i. Hitung RTh seperti pada gambar 1.a dengan menggunakan nilai resistansi yang terukur pada R1, R2, R3, dan R4, catat jawaban dalam tabel 1 kolom RTh terhitung.

j. Gunakan nilai VTh dan RTh terhitung dari langkah f dan g untuk menghitung nilai IL, catat jawaban dalam tabel 1 kolom IL terhitung.

C. Nodal Analysis

a. Buatlah rangkaian seperti gambar rangkaian simulasi di bawah

b. Pilih resistor dengan resistansi sesuai dengan kondisi

c. ukur tegangan dan arus memakai voltmeter dan amperemeter dan catat pada jurnal  percobaan.


 3. Simulasi Rangkaian dan Prinsip kerja [Kembali]

a. Mesh Current


Prinsip kerja:

Metode arus Mesh merupakan prosedur langsung untuk menentukan arus pada setiap resistor dengan menggunakan persamaan simultan. Langkah pertamanya adalah membuat loop tertutup (disebut juga mesh) pada rangkaian. Loop tersebut tidak harus memiliki sumber tegangan, tetapi setiap sumber tegangan yang ada harus dimasukkan ke dalam loop. Loop haruslah meliputi seluruh resistor dan sumber tegangan. Dengan arus Mesh, dapat ditulis persamaan Kirchoff’s Voltage Law untuk setiap loop.

b. Thevenin Teorema


Prinsip Kerja:

Teorema Thevenin merupakan salah satu metode penyelesaian rangkaian listrik kompleks menjadi rangkaian sederhana yang terdiri atas tegangan thevenin dan hambatan thevenin yang terhubung secara seri. Beberapa aturan dalam menetapkan Vth dan Rth, yaitu:

1. Vth adalah tegangan yang terlihat melintasi terminal beban. Dimana pada rangkaian asli, beban resistansinya dilepas (open circuit). Jika dilakukan pengukuran, maka diletakkan multimeter pada titik open circuit tersebut.

2. Rth adalah resistansi yang terlihat dari terminal pada saat beban dilepas (open circuit) dan sumber tegangan yang dihubung singkat (short circuit).

 c. Nodal Analysis


Prinsip kerja : 

Analisis node adalah metode untuk menganalisis rangkaian listrik dengan menggunakan hukum arus Kirchhoff (KCL), yaitu jumlah arus yang masuk dan keluar dari suatu titik percabangan sama dengan nol. Analisis node membutuhkan penentuan simpul referensi (ground), yang merupakan titik acuan untuk mengukur tegangan node di rangkaian. Tegangan node adalah perbedaan potensial antara suatu simpul dengan simpul referensi.

Analisis node menghasilkan persamaan tegangan node independen sebanyak n-1, di mana n adalah jumlah simpul termasuk simpul referensi. Persamaan-persamaan ini dapat diselesaikan dengan metode eliminasi, substitusi, atau matriks untuk mendapatkan nilai tegangan node di setiap simpul.

4. Video Demo [Kembali]



5. Kondisi [Kembali]

A. R1, R2, R3, R4, R5, R6= 100 ohm ; RL = 1k ohm

B. -

C. A. R1, R2, R3, R4, R5, R6= 560 ohm ; RL = 620 ohm


6. Video Penjelasan [Kembali]

A. Mesh Analysis


B. Thevenin Teorema

C. Nodal Analysis


7. Download File [Kembali]

Download Rangkaian Mesh Disini

Download Rangkaian Thevenin Disini

Download Rangkaian Nodal Disini

Download Video Mesh Disini

Download Video Thevenin Disini

Download Video Nodal Disini

Download Tugas Pendahuluan Disini

Download Laporan Akhir Disini





 

HUKUM KIRCHOFF VOLTAGE DAN CURRENT DIVIDER

HUKUM KIRCHOFF VOLTAGE DAN CURRENT DIVIDER



MODUL III

HUKUM KIRCHOFF VOLTAGE DAN CURRENT DIVIDER


1. Foto Hardware [Kembali]

a. Hukum Kirchoff




b. Voltage & current divider





2. Prosedur Percobaan [Kembali]

a. Hukum Kirchoff

a. Buatlah rangkaian seperti gambar rangkaian simulasi di bawah

b. Pilih resistor dengan resistansi sesuai dengan kondisi

c. Ukur tegangan dan arus memakai voltmeter dan amperemeter dan catat pada jurnal  percobaan.


b. Voltage & Current Divider

a. Buatlah rangkaian seperti gambar rangkaian simulasi di bawah

b. Pilih resistor dengan resistansi sesuai dengan kondisi

c. Ukur tegangan dan arus memakai voltmeter dan amperemeter dan catat pada jurnal  percobaan.


3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja [Kembali]

a. Hukum Kirchoff


Prinsip kerja : 

Hukum I Kirchoff:

"Jumlah kuat arus listrik yang masuk ke suatu titik cabang akan sama dengan  jumlah kuat arus listrik yang meninggalkan titik itu."

Hukum II Kirchoff:

"Jumlah aljabar beda potensial (tegangan) pada suatu rangkaian tertutup adalah sama dengan nol."


b. Voltage & Current Divider


Prinsip Kerja:

Resistansi Total (Rtotal): Rangkaian pembagi tegangan terdiri dari dua atau lebih resistor yang terhubung. Resistansi total dari rangkaian dapat dihitung dengan menggabungkan resistansi-resistansi tersebut sesuai dengan koneksi (seri atau paralel).

Rangkaian pembagi arus menggunakan sifat rangkaian paralel, yaitu jumlah arus yang masuk sama dengan jumlah arus yang keluar dari titik percabangan. Rangkaian pembagi arus membagi arus total yang masuk ke dalam cabang-cabang rangkaian sesuai dengan perbandingan hambatan pada masing-masing cabang. Rumus untuk menghitung arus pada cabang ke-n adalah:

a. Ra = 560, Rb = 680, Rc = 750

b. Ra = 1k, Rb = 1k, Rc = 10k

 



7. Download File [Kembali]

    Download File Rangkaian HK Kirchoff Disini

    Download File Rangkaian Voltage&Current Divider Disini

    Download Video HK Kirchoff Disini

    Download Video Voltage&Current Divider Disini

   Datasheet Baterai [klik]

    Datasheet Amperemeter [klik]

    Datasheet Voltmeter [klik]

    Datasheet Resistor [klik]

    Download Tugas Pendahuluan Disini

    Download Laporan Akhir Disini